agama

Pejuang Menulis di Rumah Sakit

usman_admin Penulis
2 menit baca 6 kali
Pejuang Menulis di Rumah Sakit
Daftar Isi
  • Memuat...
grafis.aw

Perjuangan menulis sambil menunggu Pae –sebutan saya untuk Bapak, kala dirawat di RS** Senin-Rabu (23-25/02/26) sungguh luar biasa. 

Keinginan tak terbendung agar saben hari bisa menyuguhkan tulisan baru, dikirim, lalu dishare pada group kecil “pena blogger” menjadi tidak bisa direm. 

Hanya saja, ketika mau nulis menggunakan laptop, meja tidak tersedia di rumah sakit (RS). Sempat mencoba menggunakan almari makan –sebagai meja; nyatanya masih ketinggian. Jika dipaksakan dalam waktu lama, menulis jadi tidak pewe sama sekali.

Meski begitu, Selasa (24/02/26) saya coba menulis via gadget. Aplikasi yang saya gunakan adalah “notes”. Daripada laptop, menulis di gadget memang tidak ribet. Hanya saja, tools di dalamnya tidak selengkap laptop.

Meski ada tantangan tools, tetap saja ketika menggunakan gadget, saya bersemangat menulis dari paragraf demi paragraf. Saya uraikan saja apa yang saya lihat mulai dari huruf, kata, kalimat hingga menjadi paragraf. 

Longgar Menulis

Perihal teknik, menulisnya kala ada waktu longgar. Semisal, kala Pae lagi istirahat. Atau saat Pae lagi operasi, sehingga lahirlah tulisan berjudul “Lakon Spiritual ala Dokter”. 

Tentu, menulis kala menunggu keluarga di RS punya tantangan sendiri. Bilamana posisi Pae di infus, otomatis akan ada aktivitas-aktivitas mulai ke kamar mandi, yang itu kadang menghentikan proses penuangan ide.

Belum lagi bila nanti diminta untuk mengambil obat di loket Farmasi Lt. 3 RS**; pending menulis berikutnya pastilah terjadi. Meski begitu, memanfaatkan gadget untuk tetap bisa konsisten menulis bisa jadi alternatif.

Sebab, kebanyakan orang yang sakit di RS**, kemudian pula yang menunggu, lebih banyak menggunakan gadget untuk menonton media sosial. Sehingga, bunyi nyaringnya terasa sampai menembus tirai antar bad pasien (hospital bed). 

Amatan kecil ini menunjukkan, waktu selama berobat masih banyak digunakan untuk sekadar mencari-cari informasi instan. Tidak kemudian digunakan untuk menghasilkan karya video, desain, serta karya tulis. Praktis, konsumerisme informasi menjadi paling favorite dilakukan.

Lalu tantangan berikutnya adalah, kondisi badan yang capek saat meramud keluarga. Apalagi saat puasa. Meski begitu, saat menunggu keluarga yang sakit, makan, minum serta lainnya yang berbau konsumtif tidak begitu dipedulikan.

Coba bila tidak puasa, tentu akan wira-wiri cari warung, ngopi dulu, yang itu malah menambah bengkak anggaran di kantong. Jika kemudian semangat untuk menulis tetap dilakukan, sungguh luar biasa. 

Kata ispiratif sebagai penutup, “situasi berat pun masih digunakan berkarya, guna terlahir konsistensi tulisan yang dinanti pembaca setia”. Alhamdulillah.


7 Ramadan 1447 H/25 Februari 2026 M

Tag:
Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel
Favicon
Site Icon Update New-Patch.4.0 (Anti PHP-2-Shell Edition) · Aktif

Melindungi Ekosistem Digital usmanroin.com

Selamat datang di era keamanan baru bersama Guardian Dome. Sistem keamanan cerdas yang aktif mengisolasi dan memblokir ancaman secara mandiri dengan mekanisme pertahanan otonom yang dikelola oleh Cyber Defense & Security Operations (SEC-OPS usmanroin.com) untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara otomatis di seluruh ekosistem digital usmanroin.com — secara real-time, 24 jam nonstop.

📡 Pemantauan Real-time
Memantau aktivitas dan lalu lintas sistem secara langsung dan berkelanjutan.
📊 Analisa Perilaku
Mengenali pola akses yang tidak wajar dari pengguna maupun bot.
🛡️ Anti PHP-2-Shell & RCE
Memblokir injeksi Webshell, eksekusi kode jarak jauh (RCE), dan script ilegal.
📁 Malicious Upload Shield
Memindai unggahan berkas dari penyelundupan ekstensi dan tag PHP berbahaya.
🔒 Blokir Total (Auto-Ban)
Memasukkan IP mencurigakan ke blacklist pemblokiran total seketika.
⚡ Mitigasi Otomatis
Merespons dan menangani ancaman tanpa menunggu tindakan manual.