blog

Faedah Dosen Memiliki Personal Website

usman_admin Penulis
3 menit baca 12 kali
Faedah Dosen Memiliki Personal Website
Daftar Isi
  • Memuat...

Melihat tampilan personal website (pw) usmanroin.com –milik saya sendiri– satu kata, menyenangkan. Ada ciri khas dari website-website pada umumnya un-flexible. Tetapi yang ini elastis. Ketika mouse saya gerak-gerakkan dari satu box ke box lain, seperti bergerak. Irama warna pun juga mengiringi ketika mouse berhenti.

Jujur, melihat tampilan yang menarik, semangat menulis jadi menyala. Website yang bertransformasi dahulu dari template bawaan blogger, lalu ganti premium, dan kini coba ke koding; konsep yang sama. Yakni, tempat untuk menulis.

Terkini, sebagaimana masukan dari mas Syahril A selaku pengembang, website yang ini bisa digunakan untuk mendukung dokumentasi pembelajaran yang saya lakukan by digital. Artinya, saya dan mahasiswa bisa mengaksesnya menggunakan personal computer (PC), laptop, tablet, gadget yang terhubung internet.

Saya sempat mengajukan pertanyaan kepada diri, mengapa saya kudu capek-capek membuat pw? Jawaban generalnya, sebagai wadah keterampilan.

Yang namanya wadah, ia akan menjadi tempat untuk menampung skill diri secara rapi. Skill-skill tersebut mulai dari tulisan –artikel hingga berita– lalu dokumentasi foto-video perihal pelatihan juga pembelajaran. Semua ingin saya record.

Sebagai penguat, mengapa saya mengelola pw? Saya coba melakukan penelusuran melalui google. Menurut Zikra dalam anzistudio.com, dosen mengapa kudu punya pw guna meningkatkan personal branding. Artinya, kepopulerannya tidak cetar di lingkup akademik saja. Tetapi, kalangan birokrasi dan masyarakat juga mengenalnya.

Jika demikian bisa disimpulkan, kehadiran pw yang dibuat oleh dosen agar menyebarkan pengaruh –meminjam terminologi Islam kemanfaatan– pada ranah yang lebih luas.

Alhasil, katika public mencari dosen –katakan Usman Roin– di google, lalu ketemu, artinya dia memiliki website professional yang me-record secara praksis kegiatan sosial yang nyata. Ia tidak sekadar dosen, tetapi juga figur yang memiliki spesifikasi kepedulian tertentu untuk masyarakat.

Kontribusi Luas

Dalam tafsir yang luas, juga agar dosen tidak sekadar punya nilai kemanfaatan sempit –di kampus saja– melainkan bisa banyak berkontribusi entah di birokrasi pemerintahan sebagai konsultan misal; lalu aktif diorganisasi baik lokal, regional, nasional, hingga internasional; semua itu modal utamanya adalah dikenal oleh publik.

Jika demikian, keberadaan pw bisa digunakan untuk membangun narasi diri. Oleh sebab narasai diri saya ingin menjadi penulis, maka, produktif menulis kudu saya lakukan. Meminjam Bahasa Fajar Junaedi dalam bukunya Menulis Kreatif: Panduan Penulisan Ilmiah (2017:13), kegiatan menulis yang saya lakoni bisa menjadi industri kreatif.

Maknanya, dari konsisten menulis harian, mingguan, hingga bulanan; bila sudah terkumpul banyak tentu akan bisa terlahir buku. Buku yang lahir dan ber-ISBN, bisa dijual via media sosial. Di sinilah aktivitas menulis bisa membuka lapangan kerja baru, menambah kesejahteraan ekonomi diri dan orang lain.

Akhirnya, coba tengok hasil riset Sri Murti dan Agita Misriani (2020:83), bahwa media pw –yang disebutnya sebagai blok– mampu meningkatkan motivasi menulis mahasiswa STKIP IKIP Lubuklinggau, Sumatera Selatan; melalui dua bentuk pembelajaran komunikatif dan apresiatif.

Sisi komunikatif dalam pembelajaran, dosen melibatkan mahasiswa berinteraksi terhadap sumber belajar berbasis pw. Kemudian ranah apresiatif, dosen memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang tulisannya baik bisa di-upload di pw dosen. Bisa juga ditampilkan video cinematic pembelajaran yang dilakukan kelas saat perkuliahan.

Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel