agama

Memformulasi Blog Pembelajaran

usman_admin Penulis
3 menit baca 3 kali
Memformulasi Blog Pembelajaran
Daftar Isi
  • Memuat...
grafis.aw

Pagi-pagi setelah jamaah subuh, saya menyiapkan materi pembelajaran dengan media personal blogger. Baik itu yang beralamat uniform resource locator (URL) usmanroin.com dan dosenok.my.id.

Hal ini sebagaimana visi keilmuan Prodi PAI Unugiri, yaitu mengkaji dan mengembangkan keilmuan PAI berbasis information and communication technology (ICT). Alhasil, perihal teknologi tidak boleh dihindari, dan hadirannya kudu digunakan mendukung pembelajaran. 

Kala menyiapkan materi daring dipertemuan kedua, saya seperti hati-hati. Outcome apa yang akan didapat dari mahasiswa? Itulah setidaknya pertanyaan batin yang berkecamuk.

Proses perencanaannya, saya mulai dari pembuatan rencana pembelajaran semester (RPS). Literatur buku-buku saya pilih, yang ada keterkaitannya saja. Sementara yang tidak, saya delete agar mahasiswa fokus menelusuri rujukan utama hingga pendukung.

Hal lain perihal praktisi –dalam hal ini Jurnalis, juga sudah saya pikirkan pula spesifikasi keperuntukan materinya. Kesediaan untuk berbagi ilmu, perihal topik berita langsung (straight news) kemudian berita sosok (feature profile), juga sudah saya konfirmasi kesediaannya.

Selain teori, mahasiswa di kelas juga akan menemukan pembelajaran outing. Hal ini sebagai upaya untuk praktik lapangan, agar antara pengetahuan dan penguasaan teknis, implementasinya tidak terputus.

Hasil kerja kelompok kecil, lalu penguasaan keterampilan individu, itulah yang menjadi poin penting mahasiswa mendatang bisa survive kala berprofesi sebagai pendidik.  

Contohkan

Pada pertemuan perdana, sempat saya contohkan kepada mahasiswa, dengan salah satu dari mereka saya minta maju di depan. Mahasiswa pertama, saya jadikan sampel guru baru atau dalam istilah kini new comers yang keterima di lembaga pendidikan.

Kemudian, mahasiswa kedua, saya jadikan sampel –seolah-oleh, guru PAI yang telah lama mengajar, mengabdi, dan malang melintang menangani berbagai macam karakteristik peserta didik.

Kepada mahasiswa saya sampaikan sebuah pertanyaan, apa yang membedakan antara mahasiswa pertama –first graduate; dengan mahasiswa kedua seorang pendidik yang sudah lama mengabdi?

Para mahasiswa ada yang menjawab, mahasiswa pertama kurang dari sisi pengalamannya, muda, dan energik. Lalu, mahasiswa kedua dalam istilah mereka senior, berbeda secara usia, pengalaman, dan pengabdian.

Dari dua jawaban di atas, tentu mahasiswa pertama yang menjadi pendatang baru di dunia pendidikan akan dinafikan keberadaannya. Bisa juga kemampuannya. Yang justru diunggulkan adalah senioritas.

Untuk menghidarkan “penafian” tersebut, di sini dibutuhkanlah keterampilan lebih dari calon guru PAI –yakni para mahasiswa. Lewat mata kuliah jurnalistik, mereka ditempa untuk cinta menulis. Teori maupun praktik. 

Pada wilayah teori, mahasiswa diperkenalkan jurnalistik secara ontologis. Sementara pada wilayah praktik, hasil belajar menulis berita langsung dan sosok itulah kemudian dalam kelompok kecil dan juga individu, mahasiswa diminta meghasilkan karya sosok yang dekat di desanya masing-masing.

Mulai dari “tokoh yang babat alas desa”, kemudian “kiai inspiratif dan nyentrik”, hingga “musala dan masjid bersejarah” yang awalan hadir di desa masing-masing para mahasiswa. 

Selanjutnya hasil karya yang mereka hasilkan, akan dikompilasi dalam karya buku bergenre kearifan lokal (local wisdom).

Atas kemampuan yang dimiliki mahasiswa pertama, yang menjadi pendatang di sebuah sekolah-madrasah, semata-mata agar kehadirannya tidak dinafikan. Dalam bahasa lain, tidak dipandang sebelah mata. 

Justru, dengan kemampuan menulis dari mata kuliah jurnalistik tersebut, ia akan menjadi the next writing, yang siap mengabadikan peristiwa apapun yang bergulir di lembaga pendidikan.

Dengan demikian terjawab sudah, bila yang menjadi pembeda mahasiswa pertama agar bisa melesat hingga mungkin mengalahkan senior adalah kemampuannya. 

Karenanya, jika mahasiswa paham, artinya kemampuan yang dijejalkan kepadanya kini melalui mata kuliah, adalah bekal untuk survive di masa depan.


9 Ramadan 1447 H/27 Februari 2026 M

Tag:
Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel
Favicon
Site Icon Update New-Patch.4.0 (Anti PHP-2-Shell Edition) · Aktif

Melindungi Ekosistem Digital usmanroin.com

Selamat datang di era keamanan baru bersama Guardian Dome. Sistem keamanan cerdas yang aktif mengisolasi dan memblokir ancaman secara mandiri dengan mekanisme pertahanan otonom yang dikelola oleh Cyber Defense & Security Operations (SEC-OPS usmanroin.com) untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara otomatis di seluruh ekosistem digital usmanroin.com — secara real-time, 24 jam nonstop.

📡 Pemantauan Real-time
Memantau aktivitas dan lalu lintas sistem secara langsung dan berkelanjutan.
📊 Analisa Perilaku
Mengenali pola akses yang tidak wajar dari pengguna maupun bot.
🛡️ Anti PHP-2-Shell & RCE
Memblokir injeksi Webshell, eksekusi kode jarak jauh (RCE), dan script ilegal.
📁 Malicious Upload Shield
Memindai unggahan berkas dari penyelundupan ekstensi dan tag PHP berbahaya.
🔒 Blokir Total (Auto-Ban)
Memasukkan IP mencurigakan ke blacklist pemblokiran total seketika.
⚡ Mitigasi Otomatis
Merespons dan menangani ancaman tanpa menunggu tindakan manual.