‘Tiba-tiba mendapat undangan pemateri. Itulah pengalaman indah hari ini’
Saya juga kaget, ada tiga mahasiswi menghampiri saya dengan menyerahkan surat permohonan pemateri. Padahal, hari ini saya tidak ada janjian dengan mereka. Janjian saya adalah dengan mahasiswa bimbingan skripsi.
Tiga mahasiswi yang menyerahkan itu dari sahabati Pengurus Rayon Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia Raden Paku UNU Sunan Giri. Pada posisi ini, saya tidak dapat menolak. Sebab, nama saya sudah tertera di dalam print out surat permohonan.
Apalagi, panitia juga sudah membawa silabus kegiatan Pra Masa Penerimaan Mahasiswa Baru (MAPABA). Oleh sebab sudah di-geruduk tiga perwakilan yang menunggu saya di Perpustakaan Unugiri, saya kemudian mengiyakan sebelum akhirnya beranjak ke kelas untuk mengajar luring.
Gen PMII
Di Bojonegoro, jujur, saya tidak memiliki gen atau proses menjadi kader dari sahabat PMII Kota Ledre ini. Melainkan selama di Kota Semarang, riwayat organisatoris banom NU ini hadir.
Mulai dari pernah menjadi Pengurus Rayon Fakultas Tarbiyah, Pengurus Komisariat Walisongo, hingga Pengurus Cabang Kota Semarang meski 2 bulan, sebelum hijrah sebagai Pengurus Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma-JT).
Saya masih ingat, saat menjadi mahasiswa baru di kampus negeri –IAIN, kini UIN Walisongo– selalu ada perebutan kader antara PMII dan H.. . Bahkan, senior saya yang juga satu Desa Bulu, ‘menggancam’ dan ngisin-ngisini bila tidak bergabung denggan PMII.
Alhasil, saat MAPABA ya ikut. Ditempel terus, hingga bergabung jadi kader PMII beneran. Adapun sertifikat keikutsertaan MAPAB masih dalam pencarian. Dulu, tahun 2003, semua masih berbasis cetak dan belum elektronik.
Kini, kala menjadi dosen di Prodi PAI Unugiri, saya tetap ‘iya’ dan jarang bisa menolak ‘tidak’ bila diminta mengisi acara sahabat-sahabati. Meski secara gen, saya tidak lahir dari produk pengkaderan local wisdom PMII Kabupaten Bojonegoro. Melainkan produk Atlas, Kota Semarang.
Bagi saya, selalu ingin belajar dan sharing, itulah makna yang tepat kala diminta menjadi pemateri. Saya ditakdirkan lebih dahulu dari sahabat-sahabati PMII di Bojonegoro. Begitu saja.
Apalagi, dahulu saya memiliki cita-cita kecil saat mengikuti kegiatan, semoga Allah beri kesempatan bisa berbagi pula sebagaimana senior-senior yang berdiri di depan kala itu. Alhamdulillah, terwujud.
Lupa
Saya memang hampir lupa, kapan saya membuat janjian dengan sahabati, sehingga siangnya (Rabu/14/10/26), ujug-ujug menerima pemohonan menjadi pemateri.
Setelah saya buka chat, ternyata saya yang lupa. Sebab, ada satu new chat yang masuk, menyebutkan identitas ZM ingin menemui saya. Hanya saja, belum sempat disebutkan tujuannya.
Kala pertama kali chat masuk, saya posisi masih ada rapat PC LTNNU Kabupaten Bojonegoro. Sehingga, baru memberi kabar setelah selesai dan menginformasikan besuk saya ke kampus lagi bila ingin bertemu.
Akhirnya, kala besuknya di kampus, peristiwa sebagaimana lead (pendahuluan) di atas terjadi. Dan saya tersadar, bila saya sampai lupa ada janjian.