kerja bakti

Membelajarkan Tolong-Menolong

usman_admin Penulis
3 menit baca 29 kali
Membelajarkan Tolong-Menolong
Daftar Isi
  • Memuat...
grafis.aw

Tolong-menolong perlu diajarkan dari yang tua kepada muda. Tujuannya, agar yang tua –dari segi tenaga sudah mulai berkurang, tetap bisa melanjutkan aktivitas yang baik. Entah yang berorientasi personal hingga komunal. 

Kemudian kepada yang muda, keikutsertaannya dalam aktivitas tolong-menolong, bisa menjadikan ia punya pengalaman pembelajaran (learning experience) yang menyenangkan.

Lalu, dari mana sebenarnya membelajarkan sifat tolong-menolong?

Jawaban penulis dari ruang keluarga, memulainya. Sebagai contoh Ahad (7/6/26), penulis membersihkan sampah dedaunan yang ada di depan jalan rumah bapak. Lalu, merembet (bergeser sedikit demi sedikit) ke samping Musala Daarul Muttaqin, tepatnya di depan rumah adek. 

Sampai di sini, ternyata jeding  atau kamar mandi musala, dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu (gedek) sudah pada bolong. Akhirnya, mumpung ada bapak, penulis, dan adik, tolong-menolong membongkar gedek (anyaman bambu yang dibuat untuk dinding rumah) dialihkan ke jeding kami lakukan. 

Setelah kami gotong (angkat) bertiga, dan tepasang, gedek jeding musala jadi rapat kembali.

Setelah dinding terpasang, ternyata, masih ada gotong-royong lanjutan yang kami lakukan. Yakni, mengganti penyangga (usuk dalam Bahasa Jawa) genteng yang telah lapuk dan posisinya melengkung. 

Perihal langkahnya, dimulai dari menurunkan genteng dua baris. Kemudian, adek melakukan penggantian satu usuk yang lapuk dengan baru, hingga selesai. Selanjutnya, adalah mengembalikan genteng satu pesatu di atas usuk yang telah diganti.

Pada proses mengembalikan gentang ini, awalnya penulis sendiri yang memberikan genteng kepada adek, di mana posisinya sudah naik di atas tangga. 

Oleh sebab penulis sedang membersihkan sampah dedaunan, akhirnya yang membantu memberikan genteng untuk dipasang adalah keponakan. Proses mengenalkan kegiatan ngelungke (memberikan genteng), itulah yang penulis maksud mengenalkan budaya tolong-menolong dari lingkup keluarga. 

Tetangga Ikut

Setelah penulis dan keluarga melakukan bersih-bersih berwujud kerja bakti, tetangga kemudian juga pada ikut melakukan. Meski oriantasinya berbeda, di mana penulis dan keluarga membenahi fasilitas publik –dalam hal ini musala; dan tetangga adalah lingkungan masing-masing rumah yang dimiliki, bagi penulis tidak masalah. 

Toh, bila kesadaran tolong-menolong di lingkup keluarga dalam hal menjaga kebersihan terwujud kontinu, artinya keluarga adalah bagian dari keberadaan masyarakat yang juga memiliki kesatuan pandangan menjaga kebersihan. 

Itu artinya, di lingkungan masyarakat, gotong royong bisa diwujudkan dengan pemantik individu atau kelompok. 

Ketika individu-individu di keluarga sadar akan semangat menjaga kebersihan, maka memanajemen tolong-menolong di masyarakat dalam hal kebersihan sebagai contoh di atas, adalah bisa dilakukan dengan mengatur penjadwalan. 

Artinya, pada rentan waktu dwi mingguan, bulanan, hingga semesteran, budaya tolong-menolong berwujud kerja bakti dapat diselenggarakan bersama-sama.

Pada ruang sosial inilah, rasa empati personal kita diuji. Tulus dan responsif. Atau sebaliknya acuh tak acuh dan masa bodoh terhadap ruang kerja sosial, hingga malah dominan individualistik. 

Jika kita responsif, tentu partisipasi sosial kita akan hadir, ikut tolong-menolong semisal kerja bakti di ruang sosial dengan bahagia. Ia akan menjadikan ruang sosial, sarana perekat kerja bersama-sama nyaman dan mengasyikkan.

Tetapi manakala kita acuh tak acuh, keberadaan kita akan tak rekat dengan masyarakat. Sehingga ketika aktivitas kerja sosial dilakukan, ia memilih absen.  Alhasil, keberadaannya bisa dibilang “tertutup”. Oleh sebab, ia menutup hingga membatasi diri, menganggap tidak penting ruang sosial. 

Padahal, kala ada duka –sebagai misal kematian, atau tragedi tindak kejahatan, tetangga adalah person yang akan hadir awal untuk ikut membantu. 

Dengan demikian, ruang sosial tolong-menolong bisa dibentuk dari ruang keluarga yang juga kompak membelajarkan tolong-menolong. 

Semakin banyak keluarga yang harmonis melakoni aktivitas tolong-menolong, ia akan menjadi inspirasi ruang sosial untuk mewujudkan budaya tolong-menolong.

Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel
Favicon
Site Icon Update New-Patch.4.0 (Anti PHP-2-Shell Edition) · Aktif

Melindungi Ekosistem Digital usmanroin.com

Selamat datang di era keamanan baru bersama Guardian Dome. Sistem keamanan cerdas yang aktif mengisolasi dan memblokir ancaman secara mandiri dengan mekanisme pertahanan otonom yang dikelola oleh Cyber Defense & Security Operations (SEC-OPS usmanroin.com) untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara otomatis di seluruh ekosistem digital usmanroin.com — secara real-time, 24 jam nonstop.

📡 Pemantauan Real-time
Memantau aktivitas dan lalu lintas sistem secara langsung dan berkelanjutan.
📊 Analisa Perilaku
Mengenali pola akses yang tidak wajar dari pengguna maupun bot.
🛡️ Anti PHP-2-Shell & RCE
Memblokir injeksi Webshell, eksekusi kode jarak jauh (RCE), dan script ilegal.
📁 Malicious Upload Shield
Memindai unggahan berkas dari penyelundupan ekstensi dan tag PHP berbahaya.
🔒 Blokir Total (Auto-Ban)
Memasukkan IP mencurigakan ke blacklist pemblokiran total seketika.
⚡ Mitigasi Otomatis
Merespons dan menangani ancaman tanpa menunggu tindakan manual.