agama

Perpus, Ruang Favorit Kala Puasa

usman_admin Penulis
2 menit baca 3 kali
Perpus, Ruang Favorit Kala Puasa
Daftar Isi
  • Memuat...
grafis.aw

Kehadiran mahasiswa di Perpustakaan Unugiri –utamanya kuliah kala puasa, menjadikan saya dan teman-teman pustakawan senang. Di tengah gempuran digitalisasi informasi, keberadaan perpustakaan masih terus dinyalakan obornya.

Ia tetap ada, hadir, meski mereka –para mahasiswa, ada yang jarang masuk ke dalamnya. 

Perpustakaan Unugiri sendiri, dalam amatan saya berkonsep lesehan ala pesantren. Yaitu, hampir semua ruang ada karpetnya. Otomatis, yang masuk ke dalam kudu mencopot sepatu.

Melalui konsep tersebut, dalam konteks puasa terlihat signifikannya. Salah satunya adalah, kala membaca koleksi buku, atau nugas, hingga sekadar rekreasi –berupa ngobrol bersama, menjadikan mereka betah. 

Para mahasiswa bisa saling selonjoran atau meluruskan kaki agar bisa tahan lama, alis tidak keram hingga gringgingen meminjam terminologi Jawa.

Nyalakan 

Sebagai upaya untuk menyalakan semangat mahasiswa ke perpustakaan, ada beberapa hal menurut amatan saya telah dilakukan Perpustakaan Unugiri:

Pertama, kehadiran perpustakaan –dalam hal ini Unugiri, mencoba untuk melengkapi koleksi buku babon masing-masing prodi. Yang utama adalah versi cetak. 

Tujuannya, agar dari versi cetak buku babon tersebut, mahasiswa bisa merembet menambah rujukan cetak lainnya kala membuat makalah, skripsi, tesis. Strategi ini agar buku cetak yang ada laku untuk dijadikan rujukan. Bukan hanya berbasis online. 

Kita sangat mafhum, kala mahasiswa terampil mencari literatur online, kepraktisan dalam copy-paste akan menjadi pemandangan yang tidak bisa dinafikan. 

Alhasil, upaya untuk memformulasi ulang (paraphrase) baik kata maupun makna dari pengertian sebuah bacaan, tidak akan pernah dipelajari. 

Kedua, kerjasama pendidik dalam hal ini dosen –bila itu di jenjang PT; dan guru pada jenjang sekolah-madrasah, untuk menganjurkan para mahasiswa-siswa mengutip dari buku cetak yang dimiliki oleh perpustakaan.

Sebagai contoh, pada mata kuliah yang saya ampu –Pengembangan Kurikulum PAI, pada rencana pembelajaran semester (RPS), saya cantumkan buku utama dan pendukung dari perpustakaan. 

Tujuannya, agar mereka tahu, kemudian menggunakan kartu keanggotaan perpustakaan untuk meminjam buku.

Setelah digunakan untuk meminjam buku, selanjutnya bisa digunakan untuk melakukan sitasi. 

Terhadap perilaku ini, saya masih ingat dulu kala kuliah S1, buku cetak sangat laku keras. Yang saya ingat adalah, dosen menunjukkan bila buku rujukan babon –primer, ada di perpustakaan dan wajib dikutip. 

Ketiga, intensitas kegiatan selain sirkulasi –pinjam-kembali, telah diadakan. Sebagai misal, Perpustakaan Unugiri mencoba rutin membuat kegiatan bertajuk bedah buku, temu penulis, adalah ikhtiar agar perpustakaan bisa dijadikan sarana rekreasi.

Semoga, dari rekreasi budaya di Perpustakaan Unugiri, literasi menjadi bersemi. Amin.


12 Ramadan 1447 H/02 Maret 2026 M

Tag:
Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel
Favicon
Site Icon Update New-Patch.4.0 (Anti PHP-2-Shell Edition) · Aktif

Melindungi Ekosistem Digital usmanroin.com

Selamat datang di era keamanan baru bersama Guardian Dome. Sistem keamanan cerdas yang aktif mengisolasi dan memblokir ancaman secara mandiri dengan mekanisme pertahanan otonom yang dikelola oleh Cyber Defense & Security Operations (SEC-OPS usmanroin.com) untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara otomatis di seluruh ekosistem digital usmanroin.com — secara real-time, 24 jam nonstop.

📡 Pemantauan Real-time
Memantau aktivitas dan lalu lintas sistem secara langsung dan berkelanjutan.
📊 Analisa Perilaku
Mengenali pola akses yang tidak wajar dari pengguna maupun bot.
🛡️ Anti PHP-2-Shell & RCE
Memblokir injeksi Webshell, eksekusi kode jarak jauh (RCE), dan script ilegal.
📁 Malicious Upload Shield
Memindai unggahan berkas dari penyelundupan ekstensi dan tag PHP berbahaya.
🔒 Blokir Total (Auto-Ban)
Memasukkan IP mencurigakan ke blacklist pemblokiran total seketika.
⚡ Mitigasi Otomatis
Merespons dan menangani ancaman tanpa menunggu tindakan manual.