pendidikan

Maksud Menulis Sesungguhnya

usman_admin Penulis
2 menit baca 7 kali
Daftar Isi
  • Memuat...

ADA-kejadian unik saat program literasi yang penulis dan beberapa teman guru gagas dan sekarang telah berjalan. Keunikan itu terjadi karena dalam satu kali tahun pelajaran 2019/2020 ternyata hasil tulisan guru masih banyak yang Copy Paste (Copas) dari sumber internet.

Hal itu menjadi jelas adanya setelah penulis mendapat kiriman tulisan dari guru yang setiap Sabtu ditayangkan di website sekolah. Ciri yang penulis temukan, sifat tulisannya kaku, baik secara sistematika maupun diksinya. Seakan-akan bila dicermati hal itu bukan murni gaya tulisannya sendiri. 

Dan yang paling mencolok, menulis artikelnya masih disamakan dengan pembuatan makalah, khutbah Jumat, yang deskripsinya khas baik secara kebahasaan dan tipologinya. Padahal itu bukan yang dimaksud sama sekali.

Melihat fakta di atas, pertanyaan kecil memang biasa penulis utarakan pada diri sendiri. Masa selama satu tahun pelajaran, menulis artikel dengan panjang satu setengah halaman A4 saja tidak kelar? Harus copas! Padahal, melihat fakta yang ada, secara verbal bila beliau-beliau berbicara itu bisa berjam-jam. Bila ditelaah lebih lanjut,
apa yang disampaikan banyak yang inspiratif. Pertanyaannya, lalu kenapa bahasa verbal sebagai hasil dari pemikiran itu tidak dialihkan ke bahasa tulis?

Inilah yang masih menjadi pikiran salah orang yang ingin menulis. Tahunya mereka berperasangka bahwa menulis yang baik itu bukan mencairkan apa yang ada dalam pikiran untuk dituangkan menjadi tulisan. Yang ‘keren’ menurut mereka, menulis itu banyak mengutip pendapat orang lain dan mengesampingkan ide pikiran orang lain. Jika demikian adanya, yang ada menulis itu akan selalu menjadi momok, berat, dan selamanya menulis itu tidak akan pernah menjadi kebiasaan yang mengasyikkan.


Padahal menurut penulis Best Seller, Robi Alfarizan Saputra mengatakan yang terpenting menulislah apa adanya, jangan berbelit-belit. “Sesuatu yang ditulis apa adanya, tulisan yang lahir dari nurani, biasanya akan lebih mengena ke hati pembaca,” ungkapnya dalam group #17 NulisBarengRobi. Apalagi bila menulis diikuti banyak alasan, akan semakin lama tulisan tersebut tidak terselesaikan. 

Meskipun begitu semangat menulis dari ‘guru’ di atas patut dihargai. Walau ada kesan menulis itu seakan-akan jauh, terpisah dengan apa yang ada dipikiran. Menulis masih menjadi sesuatu yang jauh dari dunia pikiran. Menulis adalah se-ideal dunia buku-buku referensi. Padahal bukan itu. Karena menulis adalah mengeluarkan apa yang ada dalam pikiran untuk kemudian hadirnya tumpukan buku, berita cetak atau online sebagai pendukung untuk memperkuat apa yang ditulis. 

Semoga uraian ini bisa turut memperjelas maksud menulis kita.

Oleh: Usman Roin
Penulis adalah Pengelola Abjad  gurunulis.com

Tag:
Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel
Favicon
Site Icon Update New-Patch.4.0 (Anti PHP-2-Shell Edition) · Aktif

Melindungi Ekosistem Digital usmanroin.com

Selamat datang di era keamanan baru bersama Guardian Dome. Sistem keamanan cerdas yang aktif mengisolasi dan memblokir ancaman secara mandiri dengan mekanisme pertahanan otonom yang dikelola oleh Cyber Defense & Security Operations (SEC-OPS usmanroin.com) untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara otomatis di seluruh ekosistem digital usmanroin.com — secara real-time, 24 jam nonstop.

📡 Pemantauan Real-time
Memantau aktivitas dan lalu lintas sistem secara langsung dan berkelanjutan.
📊 Analisa Perilaku
Mengenali pola akses yang tidak wajar dari pengguna maupun bot.
🛡️ Anti PHP-2-Shell & RCE
Memblokir injeksi Webshell, eksekusi kode jarak jauh (RCE), dan script ilegal.
📁 Malicious Upload Shield
Memindai unggahan berkas dari penyelundupan ekstensi dan tag PHP berbahaya.
🔒 Blokir Total (Auto-Ban)
Memasukkan IP mencurigakan ke blacklist pemblokiran total seketika.
⚡ Mitigasi Otomatis
Merespons dan menangani ancaman tanpa menunggu tindakan manual.