![]() |
| PHOTO-by Kenny Eliason on Unsplash |
usmanroin.com, HARI-ini, ruang ekspresi menulis saya kembali aktif . Dulu domain yang saya pakai adalah gurunulis.com. Sekarang saya rubah menjadi nama terang sendiri usmanroin.com.
Secuil sejarah, domain lama saya ciptakan oleh karena status saya dulu adalah guru. Bukan sekadar guru, tetapi guru yang memiliki semangat menulis.
Rekam portofolio profesi guru masih tersimpan, bila 2011 hingga 2021 saya pernah menjadi guru ekskul jurnalistik pada sekolah elit di Semarang. Meski hanya guru ekskul jurnalistik, tetapi dari situlah saya belajar menjadi penulis.
Saya belajar membuat berita, yang setelah bisa, menambah naik tanggung jawab menjadi Waka Humas Bidang Media sekolah elit di Semarang.
Setahu saya, sekolah negeri maupun swasta hanya memiliki satu humas. Tetapi di sekolah elit yang saya tempati, terdapat dua humas dengan tupoksi internal yang terkait sekolah dengan stakeholder-nya.
Adapun eksternal khusus membingkai kegiatan demi kegiatan sekolah yang kemudian di-share kepada awak media.
Karenanya, dengan teman-teman jurnalis, wartawan, atau apalah penyebutan profesinya saya akrab. Mulai dari wartawan di lapangan yang hunting berita kegiatan, hingga kepada penyunting naskah berita atau akrab disebut redaktur.
Setelah bisa menulis berita, saya semangat belajar menulis artikel, resensi buku dan sebagainya. Dari sinilah saya melahirkan banyak karya tulis artikel baik yang sudah terpublis di media cetak hingga online.
Karenanya, ketika mengenalkan diri kepada mahasiswa cukup saya minta menuliskan nama saya di chrome dengan mengetik “usman roin”. Insya Allah banyak rekam jejak karya yang bisa dinikmati via online.
Istikamah Nulis
Kini, nama weblog yang baru saya sematkan nama panjang diri sendiri. Tidak berhasrat untuk gagah-gahan, melainkan untuk menyalurkan bakat menulis.
Terlebih, meminjam bahasa Afifah Afra (2011:238), bila keberadaan weblog apapun jenisnya ternyata bisa menjadi sarana termurah dan gratis memublikasikan tulisan kita apapun genre dan gaya bahasanya.
Domain lama memang telah tiada. Tetapi spirit menulis tetap saya lanjutkan meski tidak ada kata-kata yang menyebut secara eksplisit “menulis”. Karena hakikinya, aktivitas yang saya lakukan adalah tetap mempertahakan semangat menulis.
Oleh karena itu, weblog yang saya buat semata-mata ingin mengistikamahkan menulis. Apalagi, tagline atau semboyan yang saya usung tertulis “Membingkai Peradaban dengan Tulisan”.
Artinya, melalui weblog yang saya miliki, kehidupan yang saya lalui ingin saya rekam dengan kata-kata. Ia menjadi cecurhatan efektif dan terdekat.
Lalu, apa yang didapatkan jika kita milih ngopeni weblog sendiri? Ada tiga hal, diantaranya:
Pertama, menjadi penulis produktif. Sudah barang tentu kita yang memiliki weblog akan aktif memproduksi konten tulisan-tulisan sendiri. Ide tulisan yang muncul selalu diteruskan menjadi naskah utuh dalam ragam genre. Oleh karena, tanggung jawab untuk meng-update weblog-nya agar aktif dikunjungi ada.
Beda kalau tidak memiliki weblog. Sekadar menulis saja menjadi wegah karena sudah tidak percaya diri dahulu jangan-jangan tulisan yang akan dibuat tidak diterima setelah jadi. Alhasil, jadi sia-sia mencurahkan waktu untuk menulis!
Kedua, belajar menjadi editor. Dalam KKBI online, editor adalah orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan dalam majalah, surat kabar, termasuk juga media online se kelas weblog.
Perlu diketahui, weblog yang kita miliki selain menjadi sarana produktif menulis, juga menjadi sarana kita belajar menjadi editor yang baik.
Adapun yang ketiga, belajar menjadi publisis atau orang yang ahli dalam bidang publikasi. Weblog apapun namanya, tentu memiliki menu-menu postingan yang bisa digunakan untuk mempercantik publikasi sebuah tulisan yang kita buat.
Jika kita memiliki weblog sendiri, belajar mengenal menu-menu akan memperkaya wawasan penerbitan mandiri berbasis digital.
Tiga hal di atas adalah rasionalitas pembuka bila memiliki weblog sendiri tenyata kaya manfaat. Jika kemudian muncul kemanfaatan lain semisal penunjang profesi pekerjaan yang digeluti, berarti memang sudah saatnya kita memiliki weblog pribadi. (*)
* Usman Roin, Penulis adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.
