jurnalistik

Hakikat dan Bahasa Jurnalistik

usman_admin Penulis
4 menit baca 2 kali
Hakikat dan Bahasa Jurnalistik
Daftar Isi
  • Memuat...

grafis.aw

Bicara hakikat atau inti sari jurnalistik, kita membicarakannya dari tiga fungsi. Yakni, jurnalistik sebagai ilmu, keterampilan, dan profesi.

Pertama, sebagai ilmu. Jurnalistik menjadi keilmuan yang secara khusus memfokuskan kajiannya dibidang pembuatan dan penyebarluasan informasi –peristiwa, opini, pemikiran, dan ide, melalui media massa. 

Jika demikian, jurnalistik sebagai ilmu, ia menjadi ilmu terapan (applied science) yang berorientasi pada penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis dan solusi atas masalah yang ada. 

Contoh, bagaimana langkah menjadi penulis? Kemudian, sebagai sarjana PAI memberi solusi dengan membuat ulasan opini berjudul, Tiga Langkah yang Bisa Anda Coba untuk Jadi Penulis.

Kedua, menjadi keterampilan. Jurnalistik merupakan suatu kecakapan untuk menyelesaikan tugas pengumpulan, pengolahan, serta penyebarluasan informasi baik di surat kabar, majalah, atau terbitan-terbitan berkala. 

Oleh karena bersifat keterampilan praktis, jurnalistik merupakan seni yang tidak hanya mengharuskan pengetahuan –dengan cukup paham saja; tetapi juga dilatih, dan digeluti layaknya para jurnalis.

Ketiga, sebagai profesi. Artinya  wartawan –sebutan jurnalis, reporter, dan penyiar; menjadi lapangan pekerjaan atau pilihan profesi di perusahaan media.  Sehingga, bekerja di perusahaan media, dapat diandalkan untuk mencukupi kebutuhan hidup. 

Bahasa Jurnalistik

Menurut Asti Musman dan Nadi Mulyadi (2021:211), bahasa jurnalistik adalah bentuk komunikasi massa yang dimuat dalam surat kabar –cetak, serta online. Ia disajikan agar mudah dipahami, bahkan oleh pembaca dengan intelektual minim.

Karena memiliki sifat sederhana, jelas, dan langsung dalam penyampaian berita, Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat (2012:164) menyebutnya sebagai karakteristik bahasa jurnalistik; yakni ringkas, mudah dipahami, dan langsung menerangkan apa yang dimaksud. 

Ciri Bahasa Jurnalistik

Sumadiria dalam Asti Musman dan Nadi Mulyadi (2021:213-223) menjelaskan 17 ciri khusus bahasa jurnalistik yang harus dipahami, antara lain:

Pertama, sederhana. Makna dari sederhana, memilih dan mengutamakan kata, kalimat, yang familiar atau banyak diketahui khayalak umum. Itu karena, pembaca media –cetak maupun online, beraneka ragam (heterogen) dari sisi intelektualitas maupun karakteristik demografis dan psikografis. 

Kedua, singkat. Artinya, pemaparannya langsung kepada pokok masalah (to the point), tidak bertele-tele, berputar-putar serta tidak memboroskan waktu pembaca membaca. Terlebih, kolom yang disediakan media cetak –surat kabar, tabloid dan majalah terbatas.

Ketiga, padat. Padat sendiri memiliki arti, sarat informasi. Artinya, setiap kalimat dan paragraf yang ditulis mendahulukan dan memuat banyak informasi penting serta menarik untuk pembaca.

Keempat, lugas. Artinya, tegas. Tidak ambigu  atau bermakna ganda hingga tidak jelas. Dengan demikian, arti tegas dalam bahasa jurnalistik menekankan pada satu arti, serta menghindari kemungkinan adanya penafsiran lain terhadap arti dan makna kata.

Kelima, jelas. Jelas yang dimaksud tidak kabur dan baur. Artinya, jelas secara susunan kata serta kalimat sesuai kaidah subjek, predikat, objek dan keterangan (SPOK); kemudian sasaran hingga maksudnya.

Keenam, jernih. Berarti bening, transparan, jujur, tulus. Artinya, kalimat yang disampaikan tidak memiliki agenda terselubung, tersembunyi atas pemuatan berita dan laporan. Melainkan fakta, kebenaran, dan segala hal untuk kepentingan publik.

Ketujuh, menarik. Unsur menarik dalam bahasa jurnalistik berarti bangkitnya minat dan perhatian pembaca hingga memicu selera baca. Prinsip pijakannya menarik, benar, dan baku.

Kedelapan, demokratis. Bahasa jurnalistik tidak mengenal tingkatan, pangkat, kasta, atau jenis perbedaan dari pihak yang menyapa dan pihak yang disapa. Ini artinya dari karakteristik demokratis, bahasa jurnalistik memperlakukan siapa pun secara sama.

Kesembilan, populis. Artinya, penggunaan istilah, kata, atau kalimat apapun harus akrab di telinga, mata, dan benak pikiran pembaca, pendengar, hingga pemirsa. Dengan demikian, bahasa jurnalistik merakyat atau diterima dan diakrabi oleh semua lapisan masyarakat.

Kesepuluh, logis. Apapun yang disampaikan berupa kata, istilah, kalimat hingga paragraf harus bisa diterima dan tidak bertentangan dengan akal sehat.

Kesebelas, gramatikal. Pemilihan kata, istilah, atau kalimat apapun dalam bahasa jurnalistik harus mengikuti kaidah tata bahasa baku, bahasa resmi sesuai dengan tata bahasa serta pedoman ejaan yang disempurkan (EYD) dan pembentukan istilah yang menyertainya.

Keduabelas, menghindari kata tutur. Penggunaan bahasa jurnalistik menghindari penggunaan kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari secara informal.

Ketigabelas, menghindari kata asing. Bahasa jurnalistik menghindari kata asing yang selain tidak informatif, komunikatif, juga membingungkan. 

Keempatbelas, memilih kata (diksi) yang tepat. Artinya, kata yang dipilih dalam bahasa jurnalistik harus tepat dan akurat sesuai tujuan pesan pokok yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Kelimabelas, mengutamakan kalimat aktif. Kalimat aktif yang dimaksud adalah yang hidup, aktif, dan memperjelas pemahaman.

Keenambelas, menghindari istilah teknis. Istilah teknis yang dimaksud adalah istilah yang tidak bisa dipahami oleh pembaca dalam pemuatan berita, laporan, serta tulisan khas di media. Istilah teknis tersebut perlu diganti dengan istilah yang bisa dipahami masyarakat umum.

Ketujuhbelas, tunduk kepada kaidah etika. Ketundukan pada kaidah etik yang dimaksud, produk jurnalistik wajib menggunakan kaidah etik bahasa baku. Sehingga dalam menulis, kata-kata yang tidak sopan, vulgar, hujatan, dan makian, dijauhi serta dihindari.

Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel
Favicon
Site Icon Update New-Patch.4.0 (Anti PHP-2-Shell Edition) · Aktif

Melindungi Ekosistem Digital usmanroin.com

Selamat datang di era keamanan baru bersama Guardian Dome. Sistem keamanan cerdas yang aktif mengisolasi dan memblokir ancaman secara mandiri dengan mekanisme pertahanan otonom yang dikelola oleh Cyber Defense & Security Operations (SEC-OPS usmanroin.com) untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara otomatis di seluruh ekosistem digital usmanroin.com — secara real-time, 24 jam nonstop.

📡 Pemantauan Real-time
Memantau aktivitas dan lalu lintas sistem secara langsung dan berkelanjutan.
📊 Analisa Perilaku
Mengenali pola akses yang tidak wajar dari pengguna maupun bot.
🛡️ Anti PHP-2-Shell & RCE
Memblokir injeksi Webshell, eksekusi kode jarak jauh (RCE), dan script ilegal.
📁 Malicious Upload Shield
Memindai unggahan berkas dari penyelundupan ekstensi dan tag PHP berbahaya.
🔒 Blokir Total (Auto-Ban)
Memasukkan IP mencurigakan ke blacklist pemblokiran total seketika.
⚡ Mitigasi Otomatis
Merespons dan menangani ancaman tanpa menunggu tindakan manual.