agama

Suami: Imam “Baru” Keluarga

usman_admin Penulis
2 menit baca 2 kali
Daftar Isi
  • Memuat...

MENJADI-imam untuk keluarga seakan-akan memunculkan beban psikologis. Coba di angan-angan. Keluarga yang sudah saling tahu perilaku kebaikan hingga keburukan satu sama lain, perlu perjuangan ekstra untuk menyakinkan agar kepala rumah tangga bisa dan mampu menjadi imam salat saat pandemi Covid-19 terjadi.

Bahkan, penulis sempat melihat postingan dari sebuah IG, kala keluarga akan menjadi imam sunah tarawih, yang keluar selalu saja kalimat ‘usholli’ hingga terulang empat kali. Anaknya yang kecil ingin protes atas apa yang terjadi, namun hal itu dilarang oleh ibunya.


Realitas menjadi imam untuk keluarga, kali ini menjadi nyata dan ujian betul bagi para suami. Apalagi bila sebelumnya terdapat riuh pertengkaran kecil, maka salat sunah tarawih di rumah bersama keluarga bisa batal, beralih mandiri-mandiri, akibat sengketa kecil yang belum diakhiri.


Inilah ralitas yang terjadi, riil, belum lagi kalau suami tidak terbiasa dan tidak memiliki kemampuan menjadi imam. Inilah tantangan baru pelaksanaan ibadah sunah tarawih di rumah.


Meskipun begitu, juga tidak ada salahnya bagi suami yang belum terbiasa, kali ini adalah saatnya belajar. Mulai dari melancarkan hafalan surat-surat pendek, hingga kalaulah belum hafal doa selesai tarawih dan witir, dengan membaca lewat teks juga tidak masalah. Justru disinilah perjuangan besar, suami membuktikan bahwa ia bisa menjadi imam dalam hal ibadah untuk keluarganya sendiri. 


Bagi yang sudah mampu, memperbaiki irama nada akan makin meningkatkan motivasi sunah tarawih bersama keluarga di rumah. Bila perlu, mulai dari awal dipatenkan, mau 23 atau cukup 11 rakaat. Karena justru kala opsi di rumah banyak rakaatnya, itu membuktikan bahwa yang diinginkan keluarga adalah peningkatan intensitas ibadah, tidak sekadar pada hal kuantitas. Melainkan lebih kepada kualitas berjamaah yang langka dilakukan oleh keluarga sebelum-sebelumnya.


Akhirnya, alangkah indahnya bila sang istri atau suami “menunggu” tidak hanya dalam hal kepulangan atau makan saja, melainkan pada hal salat berjamaah bisa saling menunggu, oleh karena pentingnya menjaga keluarga untuk istikamah salat berjamaah.



Catatan: Usman Roin
Semarang, 2 Ramadan 1441 H

Tag:
Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel
Favicon
Site Icon Update New-Patch.4.0 (Anti PHP-2-Shell Edition) · Aktif

Melindungi Ekosistem Digital usmanroin.com

Selamat datang di era keamanan baru bersama Guardian Dome. Sistem keamanan cerdas yang aktif mengisolasi dan memblokir ancaman secara mandiri dengan mekanisme pertahanan otonom yang dikelola oleh Cyber Defense & Security Operations (SEC-OPS usmanroin.com) untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara otomatis di seluruh ekosistem digital usmanroin.com — secara real-time, 24 jam nonstop.

📡 Pemantauan Real-time
Memantau aktivitas dan lalu lintas sistem secara langsung dan berkelanjutan.
📊 Analisa Perilaku
Mengenali pola akses yang tidak wajar dari pengguna maupun bot.
🛡️ Anti PHP-2-Shell & RCE
Memblokir injeksi Webshell, eksekusi kode jarak jauh (RCE), dan script ilegal.
📁 Malicious Upload Shield
Memindai unggahan berkas dari penyelundupan ekstensi dan tag PHP berbahaya.
🔒 Blokir Total (Auto-Ban)
Memasukkan IP mencurigakan ke blacklist pemblokiran total seketika.
⚡ Mitigasi Otomatis
Merespons dan menangani ancaman tanpa menunggu tindakan manual.