pendidikan

Google Form sebagai Kuesioner Zaman Now

usman_admin Penulis
3 menit baca 14 kali
Daftar Isi
  • Memuat...

MENJADI-pembicara diberbagai acara tentu mengasikkan sekali. Terlebih bila jam terbangnya sudah malang melintang diberbagai instansi, tentu berbagai masukan atas materi yang disampaikan sangatlah dibutuhkan. Jangan sampai, materi yang ditransfer kembali terulang dan tidak ada perubahan yang ending-nya peserta menjadi bosan dengan materi yang dipaparkan.
Untuk menjadi pembicara pemula (sebagaimana penulis) ternyata umpan balik (feedback) pasca pelatihan itu sangat penting. Satu sisi menguji sejauh mana daya tangkap yang diterima oleh peserta atas materi yang kita sampaikan, sisi yang lain ini bermanfaat untuk menemukan sisi materi yang lebih dibutuhkan (needed) oleh peserta jika pelatihan itu kemudian diselenggarakan kembali.
Tidak banyak memang pembicara yang melakukan hal ini, dan hanya pembicara yang berkeinginan untuk maju, terbuka terhadap kritiklah yang akan melakukan hal tersebut. Tentu betapa rugi jika pembicara yang didatangkan salah sasaran karena tidak pintar meminta feedback dari peserta, hingga yang lebih fatal tidak bisa membangkitkan motivasi pelatihan. Disinilah feedback dari peserta atau panitia penyelenggara itu mutlak dilakukan.
Secara sederhana feedback yang bisa dilakukan oleh pembicara terhadap materi yang disampaikan bisa dilakukan secara konvensional. Artinya, pasca pelatihan pembicara tidak lupa menyelipkan kuesioner untuk peserta yang terdiri atas beberapa pertanyaan mendasar pasca pelatihan. Hasil tersebut untuk selanjutnya digunakan untuk memotret sejauhmana kesesuaian pemahaman yang disampaikan pembicara kepada peserta. Lalu, gaya komunikasi dan penguasaan materinya terwujud atau tidak. Hal-hal itulah yang menjadi inti mendasar pertanyaan sehingga perbaikan sebagai calon pembicara profesional lebih mudah didapatkan.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, ternyata cara untuk meminta feedback dari peserta kepada pembicara secara daring sangat mudah, lebih praktis dan mampu menghemat administratif (kertas). Hal itu sebagaimana yang penulis lakukan, yakni membuat kuesioner menggunakan layanan google form yang sudah tersedia di layanan Google. Google form atau yang disebut ‘google formulir’ mengutip idcloudhost.com adalah alat yang berguna untuk membantu anda merencanakan acara, mengirim survei, memberikan siswa atau orang lain kuis, atau mengumpulkan informasi yang mudah dengan cara yang efisin. Karena selain mudah dalam membuat, hasil dari feedback peserta langsung bisa kita lihat secara detail hingga bila ingin di print out juga mudah sebagai bukti fisik.
Layanan google form bagi penulis sangat cocok dilakukan mengingat secara fitur telah disediakan aneka model template. Kemudian jenis pertanyaan beserta jawaban mulai dari esai atau multiple choice dan lainnya bisa diatur pembuatannya.  Juga bisa ditambah dengan memasukkan gambar atau perhitungan statistik yang akhirnya bisa dilihat oleh pengisi yang secara visual lebih menarik dari pada cara konvensional. Adapun dari sisi pengiriman juga relatif mudah. Karena bisa disebar lewat email, group whatsapp, hingga blog atau website.
Dengan adanya layanan tersebut, bagi penulis selain cocok untuk para pembicara yang memiliki tanggung jawab menangkap kebutuhan peserta pelatihan dari materi yang dibutuhkan, kiranya juga cocok digunakan untuk para guru. Sebab, guru dengan mudah bisa melaksanakan pembelajaran lebih modern, milenial serta adaptif  ikut menggunakan kecanggihan teknologi guna mencapai keberhasilan belajar mengajar. Bahkan bila guru serius mau memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, maka bukan saja guru tersebut dikatakan melek teknologi, tetapi juga mampu membuat trobosan pendidikan dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pencapai keberhasilan pembelajaran dan prestasi.
Akhirnya, kemajuan teknologi dan informasi sudah selayaknya dimanfaatkan dengan baik oleh para pembicara, guru atau siapa saja yang memiliki kepentingan untuk menggunakan demi terwujudnya kemajuan personality (menuju kompeten) hingga memiliki impack nyata kepada orang lain untuk berubah menjadi melakukan dan lebih baik.

Oleh: Usman Roin
Kolumnis di berbagai Media dan Motivator Menulis

Tag:
Ditulis oleh

usman_admin

Penulis di Usman Roin.

Lihat semua artikel
Favicon
Site Icon Update New-Patch.4.0 (Anti PHP-2-Shell Edition) · Aktif

Melindungi Ekosistem Digital usmanroin.com

Selamat datang di era keamanan baru bersama Guardian Dome. Sistem keamanan cerdas yang aktif mengisolasi dan memblokir ancaman secara mandiri dengan mekanisme pertahanan otonom yang dikelola oleh Cyber Defense & Security Operations (SEC-OPS usmanroin.com) untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman secara otomatis di seluruh ekosistem digital usmanroin.com — secara real-time, 24 jam nonstop.

📡 Pemantauan Real-time
Memantau aktivitas dan lalu lintas sistem secara langsung dan berkelanjutan.
📊 Analisa Perilaku
Mengenali pola akses yang tidak wajar dari pengguna maupun bot.
🛡️ Anti PHP-2-Shell & RCE
Memblokir injeksi Webshell, eksekusi kode jarak jauh (RCE), dan script ilegal.
📁 Malicious Upload Shield
Memindai unggahan berkas dari penyelundupan ekstensi dan tag PHP berbahaya.
🔒 Blokir Total (Auto-Ban)
Memasukkan IP mencurigakan ke blacklist pemblokiran total seketika.
⚡ Mitigasi Otomatis
Merespons dan menangani ancaman tanpa menunggu tindakan manual.