ltnnubojonegoro, USMANROIN.COM-Setiap pesantren menyimpan cerita yang menarik untuk dikenang dan dibagikan kepada generasi mendatang. Mulai dari kisah perjuangan kiai, kehidupan santri, hingga tradisi yang tumbuh dan terpelihara.
Cerita-cerita itulah yang menjadi perhatian Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Bojonegoro melalui kegiatan pelatihan menulis cerita di pesantren, Ahad (1/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung perdana di Aula Lt. 2, Pondok Pesantren Al Mushthofa Panjunan, Kalitidu, merupakan bagian dari agenda Jurnalensa edisi Sowan Pondok Pesantren Bojonegoro 2026, yang diikuti 40 santri terpilih. Pelatihan menghadirkan pemateri Usman Roin, penulis buku motivasi, sekaligus Sekretaris PC LTNNU Kabupaten Bojonegoro.
Dalam penyampaiannya, peserta diajak mengenal penulisan feature, yakni karya jurnalistik nonfiksi yang mengangkat fakta melalui gaya bercerita atau storytelling. Tulisan feature tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan sisi kemanusiaan sehingga pembaca dapat merasakan cerita yang disampaikan.
Materi pelatihan meliputi pengertian dan karakteristik feature, anatomi tulisan yang terdiri atas lead, body, dan ending, serta tahapan penulisannya. Mulai dari observasi untuk menemukan hal menarik, wawancara mendalam, menyusun draf, hingga proses penyuntingan.
Sebagai tindak lanjut, Jurnalensa PC LTNNU Kabupaten Bojonegoro juga telah membentuk Forum Penulis Pesantren (FPP). Melalui forum ini, kegiatan menulis di pesantren terwadahi dan akan dimonitoring progresnya oleh LTNNU di masing-masing MWCNU.
“Koordinator FPP di Pondok Pesantren Al Mushthofa adalah adek Salma,” ungkap Usman yang juga Owner Penerbit Pena Abadi.
Tiga Sesi
Berjalannya pelatihan ini, dibagi menjadi tiga sesi, mulai dari penyampaian materi, tanya jawab atau diskusi dan praktik langsung menulis. 6 santri terpilih, mendapatkan doorprize dari LTNNU Kabupaten Bojonegoro dan BMTNU Kalitidu yang berhasil menulis karya terbaik.
Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan para santriwati yang mengikuti kegiatan tersebut. Salma Limillatina, santriwati Pondok Pesantren Al Mushthofa yang telah enam tahun menimba ilmu dan kini duduk di kelas XII Madrasah Aliyah, mengaku mendapatkan pengalaman menyenangkan sekaligus pengetahuan baru dari pelatihan tersebut.
“Seru, menambah wawasan, dan menambah minat menulis. Saya juga semakin semangat untuk menulis, apalagi tadi mendapatkan doorprize berupa buku karya pemateri sendiri,” ungkap Salma.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan di lingkungan pesantren setiap tahunnya agar semakin banyak santri yang tertarik mengembangkan kemampuan menulis.
Hal senada disampaikan Chintya, santriwati yang baru lima bulan menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Mushthofa dan saat ini duduk di kelas 7 MTs. Menurutnya, pelatihan tersebut berlangsung seru dan menyenangkan sekaligus menambah pengetahuannya tentang dunia kepenulisan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya semakin semangat untuk menulis. Semoga, kegiatan seperti ini terus istiqamah diadakan di pesantren, sehingga bisa membantu menemukan dan melahirkan penulis-penulis dari kalangan santri,” pintanya.
Sementara itu, Auriel, salah satu santriwati di pondok tersebut, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Baginya, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mendapatkan pembelajaran menulis secara langsung.
“Saya sangat senang karena ini pertama kalinya mengikuti pelatihan menulis secara langsung. Semoga pelatihan seperti ini terus diadakan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Jurnalensa PC LTNNU Kabupaten Bojonegoro edisi Sowan Pondok Pesantren Bojonegoro, berharap kehidupan pesantren semakin banyak terdokumentasikan melalui karya tulis yang menarik dan bermakna.
Terlebih, kehidupan pesantren bukan hanya tentang apa yang terjadi hari ini. Ada cerita, perjuangan, dan nilai-nilai yang layak diwariskan. Peristiwa boleh berlalu, tetapi cerita yang ditulis akan tetap hidup dan dapat dibaca kapan saja.
Editor: Mas Najib