usmanroin.com-Mahasiswa semester tiga Program Studi Pendidikan Agama Islam Unugiri melaksanakan praktik mengajar berbasis Information and Communication Technology (ICT) di Madrasah Aliyah (MA) An-Nafi’ah Baureno pada Sabtu (17/10/26).
Praktik itu merupakan upaya kampus meningkatkan keterampilan mengajar mahasiswa dalam pembelajaran PAI berbasis ICT. Sasarannya 25 siswa MA An-Nafi’ah kelas XI. Kegiatan bertujuan menambah wawasan tentang media pembelajaran yang terus berkembang.
Sebelum praktik, mahasiswa melakukan observasi pada Rabu (14/10/26) guna melihat sarana prasarana madrasah.
Saat praktik mengajar, kegiatan dibuka dengan sapaan dan perkenalan, dilanjutkan ice breaking serta tanya jawab singkat tentang materi yang telah diajarkan.
Pada kegiatan inti, mahasiswa bergantian menyampaikan materi Sikap Toleransi dalam mata pelajaran Al-Quran Hadits kelas XI yang terdiri dari 10 laki-laki dan 15 perempuan. Mereka memanfaatkan media berbasis ICT, seperti tayangan presentasi, video pembelajaran, dan kuis digital interaktif.
Pemberian materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa, dengan penekanan pada penyampaian yang menarik, mudah dipahami, dan mendorong keaktifan di kelas.
Para siswa tampak antusias. Mereka aktif bertanya, menjawab, dan berdiskusi dalam kelompok. Di sela kegiatan, mahasiswa mengajak siswa mencoba kuis digital untuk mengukur pemahaman terhadap materi.
Salah satu siswi, Alya Qurrotul Aini mengaku senang dengan metode dan media pembelajaran yang digunakan kakak mahasiswa dari Prodi PAI Unugiri.
“Pembelajarannya seru dan tidak membosankan karena ada video dan kuisnya. Jadi lebih mudah paham materi agama yang telah disampaikan,” tuturnya.
Pengalaman Berharga
Usai praktik, mahasiswa PAI Unugiri M. Nizar Chafiduddin, mengatakan kegiatan praktik memberinya pengalaman berharga dalam mengelola kelas dan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.
“Kami belajar bahwa mengajar bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana membuat siswa tertarik dan terlibat. Meskipun masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif selama kegiatan berlangsung. Pengalaman ini sangat membantu kami sebagai calon guru PAI,” ungkapnya.
Sementara Kepala MA An-Nafi’ah Baureno, Machrus Ali, menyampaikan terima kasih atas usaha mahasiwa mengenalkan pembelajaran PAI menggunakan ICT. Baginya, kehadiran mahasiswa menjadikan madrasah percaya diri meski berada di desa.
“Kami berada di wilayah pedesaan, jadi SDM dan akses pendukung belajar bagi anak-anak memang masih terbatas. Karena itu, mereka perlu terus dibiasakan dan didampingi supaya lebih percaya diri. Kehadiran mahasiswa dengan metode yang variatif ini sangat membantu kami menumbuhkan semangat belajar mereka,” ujarnya.
Beliau juga menambah, bila penguatan keaktifan dan kepercayaan diri siswa di madrasah, memang membutuhkan pendampingan dan waktu yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama, pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif, dan sesi dokumentasi.
* Penulis: M. Nizar Chafiduddin, Jamillutfia, Athiyatul Awwaliya