Tetap Produktif Kala Puasa
![]() |
ilustrasi.man |
usmanroin.com-Libur awal Ramadan 1446 H, penulis gunakan untuk tetap produktif. Produktif yang penulis maksud adalah membaca buku, utamanya perihal puasa serta khazanah lain yang belum penulis ketahui.
Selain membaca buku, hari pertama puasa yang alhamdulillah bebarengan semua pelaksanaannya –Pemerintah, NU dan Muhammadiyah, juga penulis gunakan untuk membuat catatan. Alias, membuat tulisan sederhana sebagai pengisi blog pribadi (personal blog).
Perlu penulis sampaikan, mulai di puasa pertama hingga terakhir di bulan Ramadan ini, penulis ingin menyajikan tulisan sederhana perihal puasa dan tetebengek-nya agar bisa diambil sisi positif oleh pembaca.
Kembali pada tema produktif saat puasa di bulan Ramadan, dihari awal kudu kita siasati untuk tetap produktif.
Meminjam pengertian KBBI, produktif adalah kita memiliki sifat atau berupaya mampu menghasilkan tulisan –bagi yang suka menulis, atau kegiatan maupun aktivitas positif lainnya dalam kuantitas yang lebih.
Jika produktivitas diartikan demikian, maka bagi penulis, berpuasa bukan alasan untuk berhenti berkarya. Justru, Ramadan bisa menjadi momentum untuk menghasilkan lebih banyak tulisan.
Terhadap perumpamaan yang penulis lakoni, pembaca juga bisa melakukan aktivitas produktif. Sebagai misal, bagi yang senang membaca, hadirnya puasa juga digunakan untuk banyak membaca buku.
Bahkan bila stok buku habis, tidak ada salahnya membeli –di toko buku, agar puasa yang dilalui bisa banyak digunakan untuk membaca.
Kemudian bagi pembaca yang di rumah keluarganya ada yang berdagang. Puasa yang dijalankan juga bisa produktif dengan ikut membantu keluarga berjualan –di pasar, ruko sebagai misal, hingga membantu merampungkan pesanan –makan-minum takjil puasa.
Bentuk produktif lain pembaca yang menjadi karyawan, di mana puasa tidak ada libur, produktifitas selama menjalankan ibadah puasa adalah dengan menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan yang diembankan kepadanya.
Kemudian bagi pembaca yang libur, dan hasil kesimpulan sementara tidak melakukan apa-apa sebagai misal, sebenarnya tetap bisa produktif dengan menata kamar. Atau mencuci pakaian yang kotor, hingga kemudian menyetrika dan melipatnya.
Tentu, bila pekerjaan rumahan ini tuntas dilakukan sembari menjalankan puasa, inilah yang dimaksud produktif.
Menyia-nyiakan Waktu
Perlu diketahui, jika kita tidak produktif, bagi penulis sama saja dengan menyia-nyiakan waktu.
Artinya, masing-masing dari kita yang hidup dengan waktu yang sama, tetapi dari sisi optimalisasi penggunaannya tidak tata dengan baik untuk banyak melakukan hal positif.
Alhasil, kala puasa hadir, yang ada hanya digunakan untuk tidur-tiduran dengan dalih puasa. Atau pula scroll kabar terkini gadget yang dimiliki, dan itu dilakukan dalam durasi lama mulai dari sahur hingga datangnya buka puasa.
Jika demikian yang dilakukan, tentu itulah yang penulis maknai sebagai penyia-nyiaan waktu.
Sebab, hadirnya waktu yang telah diberi oleh Allah Swt, nyatanya tidak ditata ulang –yang kini disebut manajemen, agar lebih bernilai.
Akhirnya, mari selama menjalankan puasa, kita banyak lakukan aktivitas positif agar bernilai produktif.
* Usman Roin, Penulis adalah Dosen Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, Unugiri.
Posting Komentar untuk "Tetap Produktif Kala Puasa"