Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rajin ke Perpustakaan yang Berbuah Penghargaan

Buku Dale Carnegie (ilus:usman)

Penghargaan tidak lahir secara glundung. Tiba-tiba menggelinding tanpa tahu siapa yang menyebabkan. Ia butuh diperjuangkan kawan. 

usmanroin.com-Ucapan selamat (congratulation) datang lewat postingan instagram @perpustakaan.unugiri. Lewat  postingan ig pada Sabtu (25/1/25), terinformasi bila saya menjadi dosen dengan kategori pemustaka, atau pengunjung aktif dalam kurun satu tahun 2024 yang memanfaatkan layanan perpustakaan. 

Saya positif thingking, bila putusan itu sudah melalui pertimbangan matang baik data maupun fakta. Hal itu bisa dilihat pada flyer kedua –dari tiga buah, sebelum menampilkan nomine lain dari unsur mahasiswa. Diantaranya, dua mahasiswi Prodi PAI dan satu mahasiswi HES juga mendapatkan penghargaan serupa.

Sebagai hadiah library award untuk tahun 2024, salah satunya saya mendapatkan bingkisan buku karya Dale Carnegie (DC) berjudul "How to Win Friends & Influence People in The Digital Age"

Adapun library award di tahun 2023, saya mendapatkan buku karya Samsul Munir Amin berjudul “Sejarah Peradaban Islam”.

Dua koleksi “sebagai hadiah” sangat istimewa. Artinya, saya memperoleh koleksi gratis tanpa harus membeli. 

Selain itu, juga menyiratkan pesan yang kaya makna. Yakni, saya diminta membaca –secara tersirat melalui pemberian buku, meski tidak ada pesan tersurat yang disematkan.

Potret semangat memberi "apresiasi" ini, bagi saya mahal nilainya. Artinya laku keaktifan dosen –dan tiga mahasiswi, mendapat perhatikan oleh unit-unit terkacil dengan cara diberi hadiah meski berkategori “sederhana”. 

Oleh karena inisiatif memberi penghargaan tersebut terwujud, di sinilah yang mahal menurut saya.

Secara sederhana begini, buku yang saya dapatkan sebagai bentuk apresiasi dari Perpustakaan Unugiri, tidak akan saya terima bila kemauan untuk memberi penghargaan tidak ada. 

Karena terimplementasi nyata, inilah yang saya maksud mahal nilainya. Sebab, perpustakaan tulus menghargai orang aktif, rajin, meski dengan perhatian yang masih bentuk kecil.

Portofolio Diri

Ada sisi manfaat besar bila penghargaan didapatkan seseorang. Selain menjadi semakin dikenal –oleh prestasi yang diperoleh, sisi yang lain juga menjadikan diri memiliki kumpulan-kumpulan prestasi secara dinamis yang terbingkai rapi (portofolio).

Perlu diketahui, portofolio diri itu adalah bukti, bila anugerah diri yang diberikan Allah Swt tidak disia-siakan keberadaannya. 

Dirinya selalu dihargai sebagai bentuk syukur, dengan jalan melakukan update keilmuan dan kompetensi setiap saat dan waktu dengan belajar.

Bahkan menurut Rosyda dalam gramedia.com, kala kita membuat portofolio diri salah satu fungsi yang bisa diperolah adalah memudahkan orang lain untuk menemukan acuan penghargaan-penghargaan yang kita dapatkan. 

Terlebih, selain kita bisa membuat portofolio perihal prestasi yang didapatkan, perihal pengalaman pekerjaan, serta keterampilan (skill) yang dimiliki menjadi jenis lain yang bisa diportofoliokan. 

Itu karena, secara istilah, portofolio bermakna kumpulan dokumen seseorang, yang berasal dari dua kata port –asal kata report, yang berarti laporan. Dan folio, yang berarti lengkap atau full.

Manfaat yang lain menurut Maulana Adieb, dalam halaman glints.com, portofolio yang dibuat akan membangun personal branding

Artinya, torehan penghargaan yang didokumentasikan rapi akan menunjukkan fokus informasi seseorang. 

Bila saya memperoleh penghargaan –aktif di perpustakaan, artinya pembaca akan mengenal saya senang membaca, suka dengan buku, dan lainnya yang ada sangkut pautnya dengan literasi. 

Kemudian sisi manfaat yang lain, portofolio diri juga bisa menjadi rujukan untuk melakukan refleksi diri. 

Artinya, upaya menelaah kelebihan-kekurang diri, akan menjadikan kita mengenal diri ini secara utuh. Sehingga, bila kita telah mengenal diri, kemudian untuk mengasah skill akanlah terus-menerus dilakukan tanpa berpikir penghargaan.

Akhirnya, terima kasih kepada perpustakaan Unugiri. Semoga, tidak hanya saya. Tetapi lebih banyak dosen, dan tenaga kependidikan serta para pimpinan nongkrong disela mengajar untuk membaca, meneliti guna menciptakan iklim literasi semakin membudaya. 

Amin ya rabbal ‘alamin.


* Usman Roin, adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.


: UR
: UR dosen bloger

Posting Komentar untuk "Rajin ke Perpustakaan yang Berbuah Penghargaan"