Mengulik Faedah Lanjut Kuliah Luring
![]() |
FOTO-Usman Roin (dok.pribadi) |
usmanroin.com-Banyak hal bisa didapatkan oleh mahasiswa selepas kuliah luring. Manfaat sederhana yang bisa penulis sebutkan, adalah bisa mampir di perpustakaan kampus.
Sebagai mahasiswa, pergi ke perpustakaan adalah kewajiban yang harus dilakukan. Jangan sampai selama jadi mahasiswa, perpustakaan kampus saja tidak diketahui. Tentu ini selain tidak pas, kurang keren dan tidak gagah blas bagi penulis.
Banyaknya tugas yang menjadi tanggungan mahasiswa akan selesai bila menemukan literatur yang sesuai.
Istilah “sesuai” yang penulis maksud, adalah tepat dalam menemukan keberlimpahan literatur. Dan itu akan didapat manakala mahasiswa hadir di perpustakaan.
Sebagai contoh saat mahasiswa mau membahas definisi pendidikan Islam kala membuat makalah. Manakala mahasiswa ke perpustakaan, pilihan buku-buku yang akan dijadikan literatur banyak opsinya.
Mulai dari karya Prof. H. M. Arifin berjudul, Ilmu Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), hingga karya Dr. Hj. Sri Minarti berjudul, Ilmu Pendidikan Islam: Fakta Teoritis-Filosofis dan Aplikatif-Normatif (Jakarta: Amzah, 2013).
Bisa juga dengan menyuplik bukunya Syed Muhammad Al-Naquib Al-Attas berjudul, The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Terlebih, buku tersebut juga sudah ditranslit ke dalam Bahasa Indonesia oleh penerbit Mizan, Bandung, 1988.
Sampel buku di atas bisa bertambah seiring buku-buku lain yang didapatkan mahasiswa di rak perpustakaan.
Ketemu Teman
Selain akan mendapat literatur yang sesuai, mahasiswa juga bisa bertemu dengan sesama teman. Entah karena memiliki hobi yang sama, yakni senang ke perpustakaan, hingga janjian satu kelompok makalah untuk bersama-bersama menyelesaikan tugas.
Mahasiswa perlu tahu, bila kebersamaan selama di perpustakaan kampus, akan saling memacu perilaku positif mulai dari membaca serta kesepahaman semangat merampungkan tugas kelompok.
Apalagi melalui kebersamaan, tugas makalah berapa pun jumlahnya akan rampung bila ada kerjasama dengan saling ambil bagian pengerjaan kala di perpustakaan.
Literatur Primer
Selain akan mendapatkan literatur yang sesuai, kemudian suasana kebersamaan sesama teman, mahasiswa kala di perpustakaan juga akan terampil menemukan literatur primer.
Dulu, dosen penulis menyampaikan, bila literatur primer (utama) itu disebut sebagai buku babon.
Mudahnya, bila mahasiswa kala membuat makalah atau jenis karya tulis ilmiah yang mengharuskan adanya referensi, lalu mengutip hadis yang diambil langsung dari kitab asli “Sunan Muslim, Bukhari dan seterusnya” berbahasa arab, itulah yang dimaksud sebagai buku (kitab) babon.
Lain halnya bila mahasiswa mengutip hadis dari jurnal yang ditulis “si Fatkhur” sebagai misal. Maka literatur jurnal yang dikutip mahasiswa itu disebut sumber sekunder.
Dinamakan sumber sekunder, karena dia -penulis jurnal- mengutip sumber utama -hadis di jurnalnya- yang kemudian karya tulisan jurnalnya dikutip oleh mahasiswa untuk makalah.
Amatan penulis, di perpustakaan Unugiri, kitab hadis yang bisa dijadikan sumber primer citasi makalah terdapat, Sunan Bukhari karya Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim, Sunan Abi Dawud karya Abi Dawud Sulaiman bin Al As'ad Asta Sajtaani, Sunan Ibnu Majah karya Al Hafid Abi Abdillah Muhammad bin Yazid Al Qujwini dan masih banyak yang lain.
Kalau dari tafsir ada Tafsir Al Misbah karya Prof. M. Quraish Shihab, Tafsir Al Maraghi karya Ahmad Musthafa Al Maraghi, Tafsir Al Azhar karya Prof. Hamka, dan masih banyak yang lain.
Kemudian kamus ada KBBI, Oxford Advanced Leaner's Dictionary, lalu An English-Indonesian Dictionary karya John M. Echols and Hassan Shadily, serta masih banyak lainnya.
Karenanya, ulasan di atas sekadar opini pribadi penulis, bila hadir diperkuliahan luring terdapat banyak faedah lanjutan yang didapat, yakni sarana mengkayakan literatur karya tulis ilmiah mulai dari makalah, skripsi, dan tesis, baik dari sisi kualitas serta kuantitas keberlimpahan sumber.
Pengingat kecil ini semoga ada manfaatnya.
* Usman Roin, Dosen Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri.
Posting Komentar untuk "Mengulik Faedah Lanjut Kuliah Luring"