Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Gen Z Cakap Menulis Esai

ilustrasi:man

usmanroin.com-Bila siswa-siswi MTs Unggulan Ulul Albab Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (22/03/25) diberi “Pelatihan Menulis Esai”, sungguh beruntung. 

Penulis sebut “beruntung”, karena semasa penulis di bangku MTs, pelatihan seperti ini tidak pernah ada. Penulis seakan “telat” bila dibandingkan dengan Generasi Z (Gen Z)  Ulul Albab. 

Penulis masih ingat betul, untuk bisa menguasai keterampilan menulis, harus mencari lembaga yang menyelenggarakan pelatihan. Sangat berbeda 90 derajat di Ulul Albab. 

Gen Z-nya, sudah disediakan pelatihan agar aneka keterampilan dimiliki dalam jumlah banyak. Sebagai bekal, manjadi generasi emas 2045 yang tinggal 20 tahun lagi. 

Guna menyiapkan generasi emas Ulul Albab, satu hal yang harus dimiliki adalah keterampilan menulis esai. Tulisan esai bagi Gen Z –yang punya ciri melek teknologi sejak dini, akan mendorongnya gemar menyaluran ide secara positif.

Melalui ide, gagasan, serta kreativitas yang dibingkai dalam esai, karya tulis yang dihasilkan akan mudah memahamkan ide positif yang ingin disampaikan. 

Kemudian, menambah pula kebermanfaatan pribadi dan sosial, di tengah masa-masa pencarian jati diri yang menyala.

Perihal esai –secara bahasa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring adalah karangan bebas (prosa) yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pandang penulis.

Esai –secara istilah menurut Burhan Fanani (2016:64), adalah karya tulis yang mengurai pikiran dan argumentasi tentang subjek tertentu yang coba dinilai.

Berdasar uraian di atas, bisa disimpulkan, esai adalah karangan bebas yang ditulis untuk menjelaskan sesuatu hal menarik, menurut sudut pandang pribadi

Syarat 

Karya tulis esai, bisa dideteksi bila memiliki prasyarat berikut: 

Pertama, tulisan esai bisa dibaca “sekali” duduk. Jadi, sekali kita duduk di manapun, tulisan esai akan cepat khatam dibaca.

Kedua, jumlah kata dalam tulisan esai minimal 500 dan maksimal 1.500 kata. 

Ketiga, setiap satu paragraf dalam tulisan esai maksimal lima (5) baris.

Keempat, saat menulis, gaya bahasa bertutur –ala diri sendiri, dominan digunakan.

Struktur

Agar bisa menulis esai, terdapat susunan (struktur) yang harus dipenuhi:

Pertama, Judul esai. Judul esai boleh ditulis di awal, boleh juga terakhir setelah tulisan jadi. Perihal tema pelatihan esai ini adalah "Yang menarik dari madrasahku".  

Gen Z Ulul Albab bisa memilih sesuatu yang menarik selama bersekolah di MTs Ulul Albab. Entah ustaz-ustazah, teman (sahabat), jarak rumah dengan madrasah, pembelajaran, kegiatan di luar kelas, serta fasilitasnya.

Kedua, nama dan identitas penulis esai. Nama penulis esai ditulis lengkap. Contoh, "Hasna Zahrotun Nisa".  

Adapun identitas penulis, menyebut kelas dan nama madrasah. Contoh, "Siswi Kelas 9 MTs Unggulan Ulul Albab Plesungun, Kapas".

Ketiga, pengantar. Bisa juga disebut pendahuluan. Berisi, gambaran umum mengenai ide esai. Jumlah tulisannya, cukup dua (2) paragraf saja.

Keempat, Isi. Pada bagian isi, tulisan esai menguraikan panjang lebar ide tulisan. 

Perihal jumlah paragrafnya, bergantung pada jumlah gagasan utama yang hendak ditulis –cukup delapan (8) paragraf saja.

Kelima, Penutup. Dibagian penutup, esai berisi ringkasan dari ide yang telah disampaikan –pada, isi. Perihal jumlahnya, cukup dua (2) paragraf saja.

Langkah 

Untuk menyelesaikan penulisan esai, terdapat empat langkah:

Pertama, mencari ide. Perihal ide, bisa lahir dari pengalaman, atau secara langsung mengamati sumber objek yang akan ditulis.

Kedua, melakukan pengamatan. Sebelum menulis, kita bisa mengamati dahulu terhadap objek yang akan ditulis. Ini dilakukan supaya kita melihat secara cermat objek yang akan ditulis.

Ketiga, menulis. Saat menulis esai, bisa dilakukan secara berurutan. Yakni, pengantar dahulu, kemudian isi dan terakhir penutup. Bisa juga secara acak. Isi dahulu, lalu pengantar, dan terakhir penutup.

Keempat, melakukan pembetulan. Langkah ini, kita melakukan pembetulan (editing) tulisan setelah jadi. Untuk langkahnya, pastikan dahulu tulisan esai sudah rampung

Kemudian, dilakukan pembetulan “kata” –bilamana ada yang kurang atau kelebihan huruf, hingga pengetikan huruf –besar-kecil, yang tidak tepat.

Esai ini sengaja penulis buat, untuk contoh Gen Z Ulul Albab. Jadi, tidak usah bingung menulis esai seperti apa. Sebab, contohnya sudah cetho welo-welo

Kala Gen Z Ulul Albab menghatamkan tulisan ini, inilah contoh tulisan esai. 


* Usman Roin, Penulis adalah Dosen Jurnalistik Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.

**Disampaikan pada Pelatihan Menulis Esai OSIS/PK IPNU IPPNU MTs Unggulan Ulul Albab Plesungan Kapas, Bojonegoro, Sabtu (22/03/24).

: UR
: UR dosen bloger

1 komentar untuk "Menjadi Gen Z Cakap Menulis Esai"

  1. apakah ini termasuk artikel ini termasuk tulisan esai?

    BalasHapus