Menilik Faedah Blog Bagi Dosen
![]() |
ilustrasi:man |
usmanroin.com-Ketika ada rekan dosen dengan alamat blog miqbaltawakkal.com, bertanya perihal domain pribadi (privat domain), utamanya pembayaran, penulis kemudian memberi informasi bila jumlah –dalam setahun yang dibayar, sama dengan domain yang penulis miliki.
Penulis bersyukur, selain melakukan cek nominal pembayaran, ia juga ingin sharing perihal bagaimana memosting teks, gambar, menautkan link, hingga melakukan publisis tulisan dengan link judul agar tidak terpenggal.
Sharing tersebut, agar pembayaran domain yang dilakukan tidak sia-sia. Sehingga, penulis memberi informasi yang dibutuhkan untuk mengaktifkan blog, hingga langkah pokok yang dipraktikkan akhirnya dikuasai.
Belajar
Lead cerita di atas pembaca perlu tahu, blog kepunyaan penulis memang digunakan untuk meningkatkan kompetensi diri agar semangat belajar. So, kompetensi belajar apa saja?
Pertama, belajar menulis. Niat awal blog penulis buat, adalah untuk sarana menulis. Menulis apa? Menulis tentang apa saja. Ya kampus, ya rumah, ya pertemanan, dan ya ya yang lain. Sehingga, keterampilan menulis bisa terlatih dari waktu ke waktu.
Meminjam bahasa Burhan Fanani (2016:21), menulis apa yang penulis rasakan. Inilah hakikat dasar menulis, kata sang penulis buku “Mengayakan Kalimat dan Imajinasi”.
Baginya, menulis apa yang dirasa itu sangat fleksibel. Sebab, ia membingkai apa yang terjadi –barusan dan yang lalu, menjadi narasi yang penting.
Jika kemudian dosen yang memiliki blog –sendiri, yang pokok itu bisa gunakan untuk melakukan refleksi diri atas pembelajaran yang dilakukan.
Bentuknya, dosen bisa menuliskan pengalaman, tantangan, hingga solusi yang sering digunakan guna menyukseskan pembelajaran dengan mahasiswa.
Ketika refleksi tersebut ditulis, tentu para dosen –di luar sana, akan coba mengambil inspirasi serupa, untuk pula terinspirasi membangun pembelajaran inovatif. Inilah tebaran manfaat yang diperoleh dari istikamah menulis di blog.
Kedua, belajar menjadi editor. Editor –menurut KBBI, orang yang bertugas mengedit tulisan yang akan diterbitkan. Karena blog adalah salah satu sarana menerbitkan tulisan, dosen memiliki –blog, juga belajar menyunting hasil tulisan untuk diterbitkan mandiri.
Pembaca perlu mengetahui, sebelum tulisan dipublikasikan, menurut Agustina Soebachman (2016:42) kudu disempurnakan dahulu. Tujuannya, agar “membuat” lebih percaya diri dengan tulisan yang dihasilkan.
Dalam hal editing, pembaca perlu mengetahui bukan mengubah seluruh tatanan tulisan. Tetapi “merapikan” penempatan titik dan koma agar lebih pas, mengganti kata dengan diksi yang sesuai KBBI serta ejaan dengan EYD, hingga membetulkan salah ketik.
Alhasil, dosen yang punya blog pribadi, ia selain belajar melanyahkan menulis, juga akan belajar menjadi editor. Artinya, menjadi orang yang terampil mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan. Entah di perusahaan media, atau media yang diciptakan sendiri.
Ketiga, belajar jadi publisis. KBBI menyebut “publisis” sebagai orang yang ahli dalam melakukan publikasi. Jika demikian, melalui blog yang dimiliki dosen akan memiliki keterampilan tambahan memublikasikan karya tulis sendiri dengan mandiri.
Dari tiga kompetensi belajar di atas, sangat rasional bila sebagai dosen, sudah saatnya memiliki rumah keilmuan pribadi. Salah satunya, dengan memiliki blog sebagai sarana online membagi kemanfaat spesialisasi keilmuan yang dimiliki.
Terlebih, berdasarkan riset Salsa Syafa Rizkyna dkk., (2023:260) pendidik dikata baik, bila ia memiliki kemampuan untuk menyederhanakan materi pembelajaran, dari yang sulit menjadi bahasa yang mudah dipahami.
Jika demikian, kehadiran blog, melalui kemampuan menulis sederhana yang selalu dilakoni oleh dosen, akan bisa meningkatkan profesional diri berwujud keterampilan menyusun materi pembelajaran selain inovatif juga mudah dipahami.
* Usman Roin, Penulis adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.
Posting Komentar untuk "Menilik Faedah Blog Bagi Dosen"